Thursday, December 30, 2010

Goodbye 2010

2010 tinggal satu hari lagi, lega rasanya ngelewatin tahun yang berat dan paling indah ini. Kalo menurut gue ini indah karena tahun ini gue menghabiskan waktu sama Daniel, buat dia tahun ini yang terburuk. Dont know, maybe karena ada gue?

Tahun baru pergantian 2009 lalu gue di tempat ngumpul anak SMP (gue males nyebutnya tongkrongan), at least selama tahun itu gue penuh dengan minuman keras, pulang pagi, dan nongkrong. Tahun baru pergantian 2010 gue di rumah salah satu sahabat gue, terpisah dari pacar, and at least selama tahun itu gue ngerasain terpisah jarak total 6 bulan dan jarang ada di rumah. It means gue lebih suka di rumah atau kostan sahabat-sahabat gue. Entah itu berpengaruh atau engga, tapi itu kenyataannya.

Dan new year kali ini, gue akan menghabiskan waktu tidur di rumah. Ya maybe bisa jadi selama 2011 nanti gue sering di rumah, tanpa pacar. Ya, biarlah dia seneng-seneng disana dan lebih milih menyampingkan urusannya sama gue. Biarin, gue selalu jadi beban buat dia.

2010 itu terlalu buruk untuk perlakuan kepada diri gue sendiri. Gue cuma berdoa, tahun depan ngga akan terulang lagi. Mungkin ini hukuman dari Tuhan, Dia marah sama gue yang terlalu kotor, hina, dan berdosa. Anggap ini sebuah pengakuan online, dan kenapa gue berani buka di blog? Karena gue juga yakin ngga akan ada yang menggubris tulisan gue, apa lagi peduli.

Mungkin benar apa yang dia bilang tentang gue yang ga peduli sama temen-temen gue. Tapi apa daya, untuk menyesuaikan keadaan dengan mereka ataupun menyediakan apa yang mereka butuh dari gue, gue ga mampu. Jadi, terima aja kalo gue harus menghadapi setumpuk masalah gue sendiri. Karena suatu saat nanti, gue hidup juga atas keputusan sendiri. Salah atau benar prinsip hidup gue, gue berani bilang ini. Karena ini yang terjadi, ini kenyataannya.

Ngga banyak harapan gue setiap kali gue buka mata pagi-pagi. Pertama gue cuma mau hari ini gue sukses ngerjain satu hal atas usaha gue atau mungkin dengan bantuan. Kedua, saat gue bangun dan liat hp ada ucapan selamat pagi dari orang yang selalu gue harapkan dan mendengar kenyataan contoh "Papa Mama aku nanyain kabar kamu" dari dia. That's it. Dua hal yang sulit banget gue capai.

Ada baiknya dia baca tulisan gue untuk dia tau gimana harapan gue, bisa ngejalanin hubungan yang manis. Tapi ada baiknya juga dia ngga tau, karena biasanya pas dia tau hal semacam ini dia meminta gue untuk cari penggantinya dan..... Gue udah afal kok kelanjutannya. Dan bukan itu harapan gue. Buat dia, semoga dia bisa lebih berfikir jernih, bertanggung jawab, dan lepas ketergantungan akan orang tua.

God, if you hear me... Please hear me.

Goodbye 2010, welcome my new lucky and unlucky days. Okay enough, perut gue udah sakit dan I still remember my promise gue puasa sampe dia yang nyuruh makan. Thanks......

Thursday, December 9, 2010

Peri Cintaku - Marcell

Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku

Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai

Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai

Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh

Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi