Wednesday, May 25, 2011

Berhentilah Mengeluh

Mewakili semua wanita yang mengalaminya...

"Dear, mantan kekasihku yang pernah kucinta. Kutuliskan semua perasaanku dalam surat karena aku tak pernah sanggup untuk mengatakannya langsung.

Bertahun-tahun sudah kita berlalu. Mungkin bagimu sudah terhapuskan kenangan yang singkat, namun bagiku tidak akan terlupakkan. Bagaimana aku lupa saat kau genggam tanganku dengan erat, kau peluk aku saat aku merintih kesakitan, kau selalu ingatkan aku untuk tidak melewatkan sedetikpun waktunya minum obat. Aku tidak akan lupa, terutama saat aku harus melihat anakku yang belum 9 bulan di rahimku pergi denggan cara yang kejam. Demi keegoisan kita.

Berbulan-bulan setelah kepergianmu, luka ditubuhku perlahan membaik namun tak kunjung sembuh. Luka dihatiku? Adalah hal yang tidak akan pernah hilang.

Menyesal? Aku sangat menyesal. Apa yang harus kulakukan sekarang? Menangis? Frustasi? tidak ada yang bisa kuambil dengan cara demikian. Yang ada hanyalah waktu yang akan memperbaiki segalanya. Walaupun tidak sesempurna dulu.

Beribu tanya dibenakku, apakah kau rasakan sakit yang sama denganku? Apakah kau rasakan kehilangan yang sama denganku? Mengapa semudah itu kau perbaiki hidupmu? Mengapa semudah itu kau bangkit dan aku tidak?? Tapi, satu hal yang terlupakkan olehku, menyembunyikan kenyataan adalah keahlianmu. Hati membeku dan luka yang pernah menjadi dendam, perlahan mencair dan bahagia melihatmu menjadi lebih baik.

Dan aku? Kisah hidupmu yang nampak bahagia setelah sakit mendalam yang kurasakan telah menjadi motivasiku untuk hidup lebih baik.

Aku selalu berfikir, tuhan sangat kejam padaku. Aku telah kehilangan segalanya. Tapi seiring berjalannya waktu yang membuat aku sadar, Tuhan sangatlah menyayangiku. Dan Aku sadar, perpisahan bukanlah akhir yang buruk, tapi awal yang baik..."


Jadi, berhentilah merengek dan mengeluh kepada Tuhan. Karena Tuhan tidak memberikan apa yang kau minta, tetapi apa yang kau butuhkan.